Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2011

Siapakah Nunun itu???

Tulisan ini cuma kilas balik menjelaskan siapa Nunun sebenarnya.(sumber primaironline.com - setahun yang lalu - 11 Maret 2010 )

Istri Mantan Wakapolri Tersangka

Gedung KPK
Jakarta - Laporan akhir penyelidikan KPK kasus penerimaan cek perjalanan saat pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, yang diperoleh primaironline.com, Kamis (11/3), ternyata mencantumkan Nunun Nurbaetie Daradjatun sebagai tersangka.

Berkas laporan akhir penyelidikan yang ditandatangani Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan pelapor Direktur Penyelidikan KPK Iswan Elmi, mencantumkan, Nunun dapat disangkakan telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam laporan akhir penyelidikan per Juni 2009 itu juga mencantumkan, "Telah diketemukan bukti permulaan yang cukup atas perbuatan Dudhie Makmun Murod, Udju Djuhaeri, Endin A.J. Soefihara, dkk menerima hadiah berupa TC (travel cheque) karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan, dalam jabatannya dari Nunun Nurbaetie terkait dengan pemilihan Miranda S. Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior BI dengan nilai keseluruhan TC yang diterima Rp24 miliar.

Hamka dkk telah ditetapkan sebagai tersangka. Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin mengumumkan Hamka dkk sebagai tersangka pada Juni 2009 di Hotel Bidakara, Jakarta. Sedangkan Nunun belum diumumkan sebagai tersangka.

Siapakah Nunun, istri mantan Wakil Kapolri Komisaris Jenderal (Purn) Adang Daradjatun itu?

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan atas nama Ahmad Hakim Safari Malangjudo (Arie), yang diperoleh primaironline.com, Kamis (11/3), bahwa pada 2000 berdiri perusahaan yang berafiliasi antara Arie dengan keluarga Adang Nurbaetie bernama PT Wahana Esa Sejati, dengan direksi yaitu, Direktur Utama Nunun Nurbaetie, Direktur Keuangan Yane Yunarni, Direktur Adri Ahmad Drajad dan Arie Malangjudo.

Arie pertama kali dikenalkan oleh Nunun kepada Endin AJ Soefihara dalam sebuah pesta yang dihadiri kalangan anggota DPR dan pengusaha di rumah Nunun di Jalan Cipete Raya Nomor 39-c Jakarta Selatan.

Pada awal Juni 2004, Arie dihubungi melalui telepon oleh Nunun agar ke ruangannya. Ketika ia sampai, Nunun sedang bersama dengan seorang laki-laki (belakangan ia ketahui sebagai Hamka Yandhu), dan berlangsung pembicaraan sebagai berikut:

Nunun: Saya ingin Pak Arie membantu saya untuk menyampaikan tanda terima kasih kepada anggota Dewan.

Arie: Lho, kenapa saya?

Nunun: Lha, masak office boy. Ini kan untuk anggota Dewan.

Arie: Ya sudahlah kalau begitu. Kapan waktunya?

<<< Tulisan ini cuma kilas balik menjelaskan siapa Nunun sebenarnya. 

Nasional: KPK Satu Bulan ke Singapura Cari Nunun

Nunun Nurbaeti - Kompas.com
BANDUNG, KOMPAS.com — Empat anggota KPK sudah hampir satu bulan melakukan pencarian terhadap keberadaan Nunun Nurbaeti Daradjatun ke Singapura, terkait upaya yang dilakukan lembaga itu untuk membongkar kasus cek perjalanan pada pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

"Ya sekitar satu bulan inilah, kita sudah mencari Bu Nunun ke sana (Singapura), tapi belum membuahkan hasil. Ada empat orang dari KPK yang ditugaskan mencari Bu Nunun," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas, Rabu (9/3/2011).

Nunun Nurbaeti Daradjatun adalah pihak yang diduga terkait kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004.

KPK kesulitan menghadirkan Nunun di pengadilan karena dia mengaku sakit sehingga mengalami gangguan daya ingat. KPK pun mencoba untuk mencari data kasus tersebut kepada Nunun.

"Masih dilakukan pencarian. Kami sudah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga Bu Nunun tentang keberadaannya," ujar Busyro yang ditemui seusai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa ITB di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Bandung.

Ia mengatakan, KPK sangat berharap keluarga besar Nunun Nurbaeti Daradjatun bisa bekerja sama dengan KPK terkait keberadaannya.

"Kita malah berharap, mudah-mudahan nanti bisa ketemu, syukur-syukur sekali keluarganya bisa mem-back up supaya nanti Bu Nunun dengan jiwa besar bisa datang ke kita dengan sendirinya. Jadi begini, kalau memang tidak ada unsur-unsur yang tidak terpenuhi, ya enggak masalah kan," kata Busyro.

Sementara itu, saat memberikan materi kuliah umum kepada ratusan mahasiswa ITB, Busyro Muqoddas yang hampir dua bulan ini memimpin lembaga tersebut sempat curhat kepada mahasiswa tentang berat badannya yang turun hingga 3 kilogram.

"Waktu dulu saya datang ke ITB, saya masih menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial. Namun, saat ini sudah sebagai Ketua KPK. Tadinya berat badan saya sekitar 65 kilogram, tapi sekarang menjadi turun, yakni 62 kilogram," ujar Busyro di hadapan para mahasiswa.

Kompas.com, Rabu, 9 Maret 2011 | 22:26 WIB