Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

Nurdin Minta Presiden Copot Andi Mallarangeng

Nurdin Halid
Jakarta, (ANTARA News) - Ketua Umum PSSI Nurdin Halid meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mencopot Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga karena tak layak menduduki jabatannya.

"Saya justru meminta kepada Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang terhormat untuk mencopot Andi Malarangeng karena ia (Andi) tidak cakap dan tidak layak menjadi menteri," kata Nurdin di kantor Badan Liga Indonesia (BLI) di Jakarta, Senin.

"Dia tidak mau berbicara dengan PSSI sebagai anggota organisasi yang sah, justru lebih sering berbicara dengan KPPN," kata Nurdin yang berbicara untuk menanggapi pernyataan Menpora soal pencopotan dirinya sebagai Ketua Umum PSSI.

Sebelumnya, Pemerintah bersama dengan KONI-KOI menyatakan tidak lagi mengakui legitimasi PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid terkait dengan kegagalan menggelar kongres PSSI sesuai dengan instruksi FIFA.

Andi Mallarangeng sebelumnya usai bertemu Ketua KONI-KOI Rita Subowo di kantornya di Senayan, mengatakan tidak mengakui PSSI dibawah kepengurusan Nurdin Halid untuk mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan terulangnya kegagalan kongres PSSI akibat kericuhan.

Andi yang seperti halnya Nurdin Halid sama-sama berasal dari Makassar itu mengatakan bahwa pengurus PSSI tidak kompeten.

Hal tersebut menurutnya bisa terlihat dari ketidak-tertiban di dalam penentuan hak suara, distribusi undangan, penentuan peraturan pemilihan, agenda kongres serta tidak adanya pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan kongres.

Nurdin menambahkan, tidak ada dalam aturan PSSI ini harus diakui oleh pemerintah.

"Tidak ada dalam konstitusi PSSI bahwa kami harus diakui pemerintah. Itu hak pemerintah tetapi kami tidak harus mematuhinya," kata Nurdin didampingi sejumlah pengurus teras PSSI.



Antaranews.com

Senin, 28 Maret 2011

Pemerintah Segel Kantor PSSI

Penyegelan sekretariat PSSI ini kabarnya diperintahkan oleh Mensesneg.

Kantor PSSI
Pemerintah melalui kantor kementerian sekretariat negara [kemensesneg] dikabarkan bakal menyegel sekretariat PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa [28/3].

Rumor ini muncul berkembang menyusul 'pembekuan' kepengurusan PSSI yang dilakukan Menegpora Andi Mallangareng. Kabarnya, perintah penyegelan sekretariat PSSI itu dikeluarkan Mensesneg Sudi Silalahi. Kemensesneg selama ini menjadi pengelola kawasan Gelora Bung Karno.

Menanggapi kabar tersebut, manajer humas PSSI Tubagus Adi menyayangkan jika penyegelan itu tetap dilakukan Kemensesneg. Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah sama dengan memberikan dukungan terhadap pihak-pihak yang melangsungkan kongres inkonstitusional.

“Saya juga sudah mendengar kabar itu. Kami sangat menyayangkan keputusan tersebut, karena kami menyewa dari pengelola Gelora Bung Karno. Tapi kami akan melakukan perlawan, dan akan menyiapkan kuasa hukum,” ujar Adi.

“Apa yang dilakukan pemerintah semakin memperlihatkan keberpihakan kepada penyelenggara kongres inkonstitusional di Pekanbaru kemarin. Seharusnya pemerintah mengayomi, bukan memperlihatkan keberpihakan.”


Oleh Donny Afroni, Goal.com, 28 Mar 2011 21:55:00

Rabu, 09 Maret 2011

FIFA Larang Nurdin Maju pada Kongres PSSI

Presiden FIFA Sepp Blatter. Antaranews.com
Jakarta (ANTARA News) - FIFA melarang Nurdin Halid untuk kembali maju pada Kongres PSSI dengan agenda pemilihan ketua dan wakil ketua umum serta anggota Eksekutif Komite (EXCO) periode 2011-2015 karena dinilai tidak sesuai dengan statuta FIFA.

Duta Besar Indonesia untuk Swiss Joko Susilo saat dihubungi dari Jakarta, Selasa, mengatakan keputusan itu diperoleh saat dia menemui Presiden FIFA Joseph "Sepp" Blatter di Zurich, Swiss.

"Sepp Blatter menegaskan jika FIFA tetap memegang prinsip-prinsip statuta dan Kode Etik FIFA bahwa seorang narapidana tidak boleh memimpin organisasi sepak bola," katanya melalui pesan singkat.

Menurut dia, dalam pembicaraannya dengan Blatter kurang lebih sekitar 50 menit itu, pihaknya juga menjelaskan kondisi asosiasi sepak bola Indonesia saat ini terutama menjelang kongres.

Blatter, kata dia, ternyata juga telah mengetahui kondisi PSSI saat ini. Dengan demikian, petinggi FIFA itu menyatakan dengan tegas bahwa Nurdin Halid tidak diperbolehkan maju lagi dalam kongres pemilihan Ketua PSSI.

"Apabila dicalonkan lagi maka FIFA tidak akan mensahkan hasil pemilihan itu. Yang jelas FIFA menginginkan sepak bola Indonesia harus lebih baik lagi," kata mantan anggota Komisi I DPR RI itu.

Dia menjelaskan sebagai tindak lanjut dari penegasan tersebut, FIFA akan mengirimkan tim pengawas yang akan memantau pelaksanaan kongres PSSI sesuai ketetapan yang ada.

Kongres PSSI sesuai dengan surat dari FIFA akan dilakukan 26 Maret nanti dengan agenda utama pemilihan Komite Pemilihan. Sedangkan kongres pemilihan ketua, wakil ketua dan anggota EXCO harus dilakukan sebelumnya 30 April mendatang.

Terkait dengan Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN), Blatter, kata dia, FIFA tidak akan ikut campur karena kasus itu merupakan masalah internal PSSI.(*)



Antaranews.com, Editor: Ruslan Burhani, Selasa, 8 Maret 2011 22:45 WIB

PSSI-FIFA , PSSI: Tak Ada Pertemuan KONI-Dubes dengan FIFA

Presiden FIFA, Sepp Blatter - Kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan tidak ada pertemuan khusus antara Presiden FIFA, Joseph "Sepp" Blatter, dengan Dubes RI untuk Swiss Joko Susilo maupun dengan Ketua KONI Rita Subowo. Situs resmi PSSImenyatakan, yang terjadi adalah pertemuan antara petinggi FIFA, dengan jajaran Dubes negara-negara Asia.

Pertemuan di markas besar FIFA di Zurich ini, menurut PSSI, antara lain terkait sosialisasi penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar. Anggota Komite Etik FIFA, Suryadharma "Dali" Tahir juga mengklaim bahwa Direktur Asosiasi dan Pengembangan FIFA, Thierry Regennas, yang mengikuti pertemuan tersebut, membenarkan tidak adanya pertemuan khusus.

"Menurut keterangan Thierry Regennas, tidak ada pembicaraan resmi antara Blatter dengan Dubes RI. Mereka hanya mengobrol beberapa kalimat. Hasil rapat Exco FIFA tetap menjadi acuan. Tidak ada perubahahan. Kepada Rita Subowo juga sudah disampaikan hal yang sama," demikian diungkapkan Dali Tahir, Rabu pagi (9/3/2011).

Dali Tahir bersama Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie pada Senin sebelumnya juga mengaku sudah bertandang ke markas besar FIFA dan bertemu langsung dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke. Kedatangan mereka berdua terkait dengan penyelenggaraan Kongres PSSI sebagaimana sudah ditetapkan FIFA sebelumnya, yakni 26 Maret untuk Kongres pembentukan Komite Pemilihan, dan sebelum 30 April untuk Kongres Pemilihan.

Menurut Nirwan Dermawan Bakrie, dalam pembicaraan dengan Jerome Valcke, tidak ada keputusan apa pun dari FIFA menyangkut pencalonan seseorang pada Kongres Pemilihan mendatang. "Tidak ada penyebutan nama," jelas Nirwan Bakrie yang saat dihubungi Rabu pagi tadi berada di London, Inggris.
Nirwan D Bakrie juga menegaskan, jika ada perubahan, FIFA tentu akan segera berkirim surat ke PSSI. "Sejauh ini tidak ada perubahan. Kita tetap berpatokan pada surat FIFA tanggal 3 Maret lalu itu," ungkap Wakil Ketua Umum PSSI.

Ditegaskan kemudian oleh Nirwan D Bakrie, PSSI tetap akan mengacu pada surat FIFA karena itu merupakan hasil keputusan Rapat Exco FIFA. "Jadi kalau ada perubahan mestinya diputuskan juga melalui Rapat Exco," tegas Nirwan.

Sebagaimana diberitakan, Joko Susilo dan Rita Subowo telah bertemu Blatter, Selasa (8/3/2011) sore. Hasil pertemuan Joko dengan Blatter, FIFA melarang Nurdin Halid dicalonkan dalam Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI 201-2015, karena statusnya yang merupakan mantan narapidana. Sementara hasil pertemuan Rita dengan FIFA, Blatter menolak calon yang digugurkan oleh Komite Banding seperti Arifin Panigoro, Nirwan Bakrie, dan Goerge Toisutta, untuk dicalonkan pada Kongres Pemilihan Ketua Umum.

Kompas.com, Rabu, 09 Maret 2011 | 14:50 WIB

Olahraga : FIFA Minta LPI Dirangkul, Bukan Dihentikan

Joseph "Sepp" Blatter
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden FIFA Joseph "Sepp" Blatter ternyata meminta PSSI untuk merangkul Liga Primer Indonesia (LPI), bukan menghentikan liga yang digagas Arifin Panigoro tersebut. FIFA akan menjatuhkan sanksi jika PSSI tidak mematuhinya.

Sebelumnya, anggota Komite Etik FIFA, Suryadharma "Dali" Tahir, yang melakukan pertemuan dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke, di Zurich, Swiss, Senin (7/3/2011), mengatakan, PSSI harus menghentikan LPI yang dinilai ilegal. Proses penghentian LPI, kata Dali, berada di tangan pemerintah karena pemerintahlah yang memberikan izin pertandingan.

"Jika tidak dihentikan, konsekuensinya kita akan mendapatkan suspensi dari FIFA," kata Dali, saat dihubungi wartawan, Selasa (8/3/2011) malam.

Ketika Kompas.com mengonfirmasi hal ini kepada Duta Besar RI di Swiss, Joko Susilo, yang baru saja bertemu dengan Blatter di markas FIFA, Selasa (8/3/2011) waktu setempat, FIFA ternyata meminta PSSI untuk merangkul LPI.

"Tentang LPI, jika tidak bisa membereskan dengan merangkul LPI, PSSI akan kena sanksi," kata Joko. FIFA, ujar Joko, memberikan kesempatan kepada PSSI untuk menyelesaikan masalah terkait dengan LPI sebelum Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. "Ya, sebelum kongres, makanya semua pihak harus duduk bersama," tutur Joko.

Seperti yang diketahui, hasil dari pertemuan itu, Blatter juga melarang Nurdin Halid maju pada Kongres PSSI yang mengagendakan pemilihan ketua dan wakil ketua serta anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2011-2015 karena statusnya mantan narapidana yang dinilai bertentangan dengan Statuta FIFA.

Kompas.com, Rabu, 09 Maret 2011 | 05:01 WIB

Selasa, 08 Maret 2011

FIFA Larang Nurdin Halid Pimpin PSSI

Nurdin Halid. TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO Interaktif,Jakarta:Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Joko Susilo, bertemu Presiden Badan Sepakbola Dunia (FIFA) Sepp Blatter di markas FIFA, Zurich. Pada pertemuan tersebut, Blatter melarang Nurdin Halid mencalonkan kembali sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Kami mendapatkan jawaban tegas dari Blatter, bahwa Nurdin Halid tidak dapat dicalonkan kembali pada kongres PSSI," kata Joko kepada Tempo usai bertemu Blatter hari ini (8/3).

Dari hasil perbicangan itu, kata dia, Blatter menyatakan bahwa statuta FIFA merupakan prinsip yang harus dipegang oleh setiap negara anggotanya. Nurdin dianggap telah menyalahi statuta FIFA, terutama pasal 32 ayat 4 yang mengatur tentang persyaratan seorang pemimpin federasi sepakbola sebuah negara anggota FIFA.

Dalam statuta FIFA dinyatakan bahwa anggota komite eksekutif, termasuk ketua umum, sebelumnya tidak pernah dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal. Jika pada akhirnya Nurdin terpilih kembali pada kongres PSSI mendatang, Blatter menyatakan FIFA tidak akan mensahkan.

Pada kesempatan itu, Joko mendapatkan jawaban bahwa benar ada surat penolakan FIFA terhadap kepemimpinan Nurdin yang disampikan pada Juni 2007. Surat itu berisi pernyataan bahwa Nurdin Halid tidak bisa menjabat kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada 2007.

Alasannya, Nurdin pernah diputuskan bersalah oleh pengadilan, sehingga proses pemilihan ketua umum harus diulang. "Blater mengakui surat itu memang ada, namun kemudian dimentahkan lagi, karena ada semacam kongkalikong orang internal FIFA dengan pengurus PSSI," ujarnya.

Namun, Joko menambahkan, masalah itu tidak diendus dengan cepat, karena kurang penolakan terhadap Nurdin tidak bergema. "Sehingga akhirnya kesalahan semacam itu tidak terbuka. Maka untuk saat ini kongres harus bisa disesuaikan dengan aturan yang diterapkan oleh FIFA," katanya.

Oleh karena itu, Blatter akan menantikan hasil kongres yang sudah ditetapkan dalam rapat Komite Eksekutif FIFA, yakni sebelum 30 April. "Saya tidak membicarakan detil pelaksanaan kongres itu kepadanya (Blatter) yang jelas kongres itu harus berjalan sesuai keputusan yang sudah dibuat," katanya.

Joko juga menyerahkan dokumen kondisi persepakbolaan Indonesia di bawah kepemimpinan Nurdin YANG disusun oleh Komite Penyelamatan Sepakbola Nasional (KPPN).

Setelah menerima Joko, Blatter juga akan menerima Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo pada Selasa sore waktu setempat atau Rabu dini hari.

Nurdin yang dikonfirmasi Tempo melalui telepon genggamnya, enggan berkomentar. “Saya sedang rapat,” kata Nurdin seraya menutup komunikasi.
Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, mengaku belum mendengar pernyataan Blatter.

"Dari FIFA belum ada pemberitahuan atau surat yang menyatakan itu," kata Nugraha melalui pesan singkat. Direktur Badan Liga Indonesia PSSI, Andi Darussalam Tabusalla akan berkomentar setelah mendapat laporan Deputi Sekretaris Jenderal Bidang Luar Negeri PSSI, Dali Tahir yang sedang di markas FIFA. "Dia (Dali) sekarang dalam perjalanan kembali ke Jakarta," katanya.

Adapun Direktur Hukum dan Peraturan PSSI, Max Boboy, menanggapi dingin. "Kami tidak mau banyak komentar tentang pernyataan itu, karena kami belum mendapatkan surat dari FIFA," kata Max. "Harus ada fakta atau bukti dulu, barulah kami akan menanggapi," tegasnya.

Tempointeraktif.com, Selasa, 08 Maret 2011 | 23:05 WIB

FIFA Minta PSSI Hentikan LPI

JAKARTA, KOMPAS.com - FIFA kembali menegaskan agar PSSI menghentikan liga tandingan yakni Liga Primer Indonesia (LPI). Jika tidak, FIFA mengancam akan memberikan sanksi kepada badan tertinggi sepak bola di Indonesia itu.

Hal tersebut merupakan hasil dari pertemuan antara anggota Komite Etik FIFA, Suryadharma "Dali" Tahir, dengan Sekjen FIFA, Jerome Valcke, di Zurich, Swiss, Senin (7/3/2011). Dali mengungkapkan, proses penghentian liga yang digagas Arifin Panigoro tersebut berada di tangan pemerintah. Sebab, menurut Dali, pemerintah-lah yang memberikan izin pertandingan LPI.

"Jika tidak dihentikan, konsekuensinya kita akan mendapatkan suspensi dari FIFA," jelas Dali saat dihubungi wartawan, Selasa (8/3/2011) malam.

Selain itu, Dali mengatakan, FIFA juga meminta PSSI untuk melaksanakan instruksi yang memerintahkan kongres untuk membentuk Komite Pemilihan pada 26 Maret dan kongres pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 sebelum tanggal 30 April nanti.

"Intinya PSSI hanya mengkonfirmasi surat FIFA dan hasilnya PSSI tetap akan melaksanakan instruksi FIFA," tegas Dali.

Kompas.com, Selasa, 08 Maret 2011 | 22:50 WIB